Kau Sahabat , Kau Kekasihku

Aku adalah seorang mahasiswi di salah satu perguruan swasta di Jakarta. Teman-teman memanggilku dengan panggilan Cemil . Kenapa begitu? Entahlah mungkin karena aku anaknya kecil dan juga suka makan. Terkadang aku merasa heran sendiri, makanku banyak tapi kenapa ya badanku kecil sekali. Rasanya senang jika berat badanku nambah satu kilo saja. 

Aku tinggal dengan eyang kangkungku karena semenjak kecil aku sudah ditinggal oleh orang tuaku. Ibu dan Ayah meninggal saat kecelakaan mobil . Saat itu umurku baru 5 tahun. Ketika kecelakaan itu terjadi , aku juga ada di dalam mobil yang tragis itu. Ibu memelukku kuat saat mobil itu mengalami kecelakaan. Kepala ibu terbentur keras saat mencoba menyelamatkanku. Ibu mengalami pendarahan yang kuat sehingga nyawa beliau tidak dapat diselamatkan. Begitu juga dengan ayah. Sedangkan aku hanya mengalami luka-luka ringan dan tidak sadarkan diri.

Sejak kecelakaan itu aku takut untuk naik mobil. Lama waktu yang dibutuhkan untuk menghilangkan rasa trauma karena kecelakaan itu. Satu tahun setelah kecelakaan itu terjadi , aku bertemu dengan Indra. Indra adalah tetangga yang baru pindah di rumah eyang. Dia seumuran denganku. Dia keturunan bali yang beragama moslim. Anaknya baik dan juga suka menghiburku di kala sedih. 

Indra juga disekolahkan ditempat yang sama denganku. Awal bertemu dengan Indra , aku sedang duduk di beranda diam. Dari kejauhan Indra hanya diam untuk melihatku. Tanpa disadari airmataku berjatuhan karena teringat akan kecelakaan yang aku alami. Spontan saja Indra datang untuk menghampiriku. Dia terdiam dan duduk di depanku untuk menghapus air mataku. Aku yang sedang sedih saat itu hanya terdiam saat tiba-tiba ada seseorang yang tidak kukenal menghapus air mataku. Dan dia memberiku 1 bungkus coklat dan tersenyum melihatku. 

Ditariknya tanganku dan mengajakku bermain. Sejak saat itu dia selalu datang kapanpun aku membutuhkannya. Selalu menghiburku saatku sedih dan tersenyum melihatku bahagia. Indra juga yang mengajarkanku agar tidak takut naik mobil. Dia bagai seorang kakak yang selalu ada untukku dan menjadi sahabatku. Kami selalu bercerita satu sama lain tak ada satupun yang disembunyikan. Terkadang teman-teman mengatakan bahwa kami adalah sepasang kekasih. Namun hubungan kami tidak seperti itu.

Pernah suatu ketika saat aku duduk di bangku SMU, aku suka dengan salah seorang temannya. Namanya Toni. Anaknya ganteng, hitung mancung , putih dan berdarah indo. Bapaknya Jerman sedangkan ibunya orang indonesia. Dengan semangat aku menceritakan bahwa aku suka dengan Toni. Sekilas wajah Indra berubah sedih namun kemudian wajah sedih itu hilang dan mencoba mendukung hubunganku dengan Toni. Toni anaknya baik dan setia. Lama -kelamaan Indra seakan jauh dariku. Dia seakan hilang ditelan bumi. namun saatku sedih dia selalu ada. Aku bingung apa yang terjadi dengan Indra. 

Tak lama kemudian Ayah Indra yang berprofesi seorang dosen dipindahkan ke Bali. Sehingga Indrapun ikut dengan orang tuanya untuk pindah ke sana, yakni kampung halamannya. Sedih terasa karena harus berpisah dengan Indra. Aku berharap agar Indra tidak pindah ke Bali. Namun dia tetap pindah ke sana. Saking kecewanya aku mendiamkan Indra selama 1 minggu dan tidak mengantarkannya ke bandara. Itulah perpisahan yang sangat menyakitkan. Tak ada kata perpisahan yang sempat aku ucapkan untuk dia. Hari-hari aku lewati dengan kesedihan karena kehilangan seorang sahabat yang sangat berarti dalam hidupku. Biasanya dia selalu duduk di sebelahku saat aku dalam duka maupun bahagia. 

Hanya sepucuk surat yang ditinggalkan indra untukku . Suratnya berbunyi seperti ini " Cemil sahabatku yang sangat berarti untukku. Aku pergi bukan untuk meninggalkanmu selamanya, namun aku hanya pergi untuk sesaat. Jangan pernah sedih. Jika aku tidak ada di sampingmu maka lihatlah bintang yang bersinar di malam hari maka aku akan tersenyum dan ada untukmu. Mungkin aku tak ada dan terlihat di sampingmu namun aku selalu menemanimu dengan sinarku. Jangan menangis karena wajahmu yang cantik akan terlihat celek , Cemil. Cemil , I miss u soo much. Jangan pernah lupakan aku." 

Tak lama setelah kepergian Indra. Akupun putus dengan Tony. Ternyata kami tidak ada kecocokan sama sekali. Hari-hari aku jalani dengan senyuman. Meskipun kadang aku sedih mengingat Indra. Setiap ulang tahunku, Indra tak pernah sekalipun untuk lupa akan hari ulang tahunku. 2 tahun sudah terlewati dengan tanpa Indra di sampingku. Sekarang aku adalah seorang mahasiswa. Tahun ini aku semester 3 dan mengambil jurusan sistem informasi di universitas gunadarma.

Di kampus ini aku mulai menemukan teman-teman baru dan ilmu baru. Banyak teman yang aku temukan di kampus ini namun belum ada yang bisa mengantikan posisi Indra sebagai sahabatku. Hari ini adalah hari ulang tahunku. Aku berharap Indra ada di sini merayakan ulang tahunku. Atau apakah aku harus meminta eyang untuk memberiku izin pergi ke Bali untuk mencari Indra. Aku hanya diam terpaku. Namun dering HP mengagetkanku. Ternyata eyang menelponku untuk cepat pulang karena beliau ingin memberiku sebuha kejutan. Bagi eyang aku adalah segalanya karena aku adalah cucu tunggal beliau. Begitupun sebaliknya , eyang adalah orang yang sangat kusayang.

Sesampai di rumah, pintu rumah tampak tertutup. Berlahan aku masuk ke dalam dan tampak sunyi tak ada satu sosokpun yang aku temukan. Hanya bibi Rena yang ada di dapur sedang memasak. Bi , eyang dimana? tanyaku. Sedang keluar sebentar . Dengan wajah mayun kududuk di beranda rumah. Namun tiba-tiba ada tangan yang mneutup mataku. Sepontan saja aku kaget namun sesosok orang yang ada di belakangku itu hanya diam dan tak bersuara. Sekuat tenaga aku coba meronta untuk melepaskan mataku tang tertutup. Dan akhirnya bersuara juga orang tersebut " ayo tebak sapa ini' katanya. Spontan saja aku teriak kegirangan karena itu adalah suara Indra . Sahabat yang selalu aku rindukan.

Tanpa sadar aku berputar dan spontan memeluk Indra. Tak terbayang wajah Indra kaget saat aku memeluknya. Kemudian aku salting sendiri karena sudah memeluk Indra tanpa izin dia terlebih dahulu. Wajahku langsung merah merona karean malu. Indra mencoba mencairkan suasana. Hai cemil pa kabar dirimu? Wah kamu masih kecil aj y. Kapan dewasanya dirimu? canda indra sambil tertawa. Indra jelek ....sahutku. Kamu pasti kangen denganku y? kata Indra dengan wajah menggoda.

Aku berlari ke dalam rumah. Di dalam kamar aku senyum sendiri karena tadi wajah Indra tampak sangat handsome. Ups...apa yang aku pikirkan...bisikku dalam hati. Terdengar suara eyang berbincang dengan Indra. Sepertinya ceritanya sangat seru. Perlahan aku dekatkan kuping ke pintu. Penasaran apa yang mereka bicarakan. Namun tiba-tiba suara tersebut menghilang, dan tahu apa yang terjadi. Ternyata Indra berdiri tepat di depan pintu kamarku. Entah apa yang dipikirkan oleh Indra. Sepertinya dia ingin mengetuk pintu kamarku, namun dia urungkan niatnya.

Bersambung...


Komentar

  1. Balasan
    1. hahahahahaha ini kebanyakan nonton serial korea dan FTV

      cieciecie fans aag P Wardana :p

      Hapus
  2. wkwk...ya...dikit sih...hups...jangan kasih tahu y

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Soal Data Flow Diagram (DFD)

Sinopsis Canola ( 2016 )

Soal UAS PTSI (Pengantar Teknologi Sistem Informasi ) Gunadarma